Kadang Kita Hidup Kebanyakan Omong Kosong - Yudi Hartono
Latest Update
Fetching data...

Selasa, 11 Juni 2019

Kadang Kita Hidup Kebanyakan Omong Kosong


Inilah yang aku lihat, yang aku saksikan dan yang aku alami.

Suatu pagi aku berada pada situasi ngobrol-ngobrol santai dengan beberapa orang. Kami ngobrol tentang berbagi hal, namun kebanyakan hanya "Omong Kosong". Kami membicarakan hal yang penting, dan saya rasa semua yang ngobrol mengutarakan pendapat yang masuk akal, logis, dan sesuai dengan kenyataan.

Salah satu hal yang kami bicarakan adalah tentang berbagai peluang usaha. Semua orang yang ada pada waktu itu mulai mengeluarkan pemikirannya tentang berbagai peluang usaha, seperti menanami halaman kosong disekitar rumah dengan sayuran kemudian dijual. Ada yang menyampaikan tentang peternakan ayam, ikan dan masih banyak lagi..

Semua yang kami bicarakan sangat mungkin untuk dilakukan, misalnya memelihara ikan lele. Air melimpah ruah, lokasi banyak tersedia, yah intinya jika ingin budidaya lele sangat potensial. Kedengarannya yang dibicarakan sangat penting sekali ya.. Namun itu semua hanya "Omong Kosong".

Mengapa Omong Kosong?


Omong kosong karena semua yang dibicarakan tadi tidak pernah menjadi apa-apa, ia tidak diaplikasikan dalam kehidupan, ia tidak dilakukan, sehingga itu hanya "Omongan Kosong".

Kebanyakan dari kita hanya "Omong Kosong", kebanyakan bicara tapi gak ada aksinya, gak ada implementasinya.

Kebanyakan orang "Omong Kosong" untuk menunjukkan inilah AKU, kebanyakan orang hanya membicarakan hal-hal yang meninggikannya.

Semua orang memang kebanyakan "Omong Kosong" termasuk aku. Orang yang gak banyak "Omong Kosong" adalah orang yang sukses. Walaupun ia banyak ngomong tetapi apa yang ia omongkan sudah dilakukannya.

Dari pada banyak omong lebih baik banyakin aja aksi, Banyak omong sebenarnya gak apa-apa kok! Asalkan banyak aksinya.

Mari untuk lebih banyak aksi nyata, dan bukan hanya sekedar "Omongan Kosong".

Add your comment
EmoticonEmoticon