Yudi Hartono
Latest Update
Fetching data...

Sabtu, 17 Agustus 2019

50 Politeknik dan Akademi Terbaik di Indonesia Tahun 2019 Menurut RISTEKDIKTI

50 Politeknik dan Akademi Terbaik di Indonesia Tahun 2019 Menurut RISTEKDIKTI

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia baru saja mengeluarkan hasil klasterisasi perguruan tinggi dalam dua kategori yaitu kategori Perguruan Tinggi Non-Vokasi, yang terdiri dari Universitas, Institut, dan Sekolah Tinggi, dan kategori Perguruan Tinggi Vokasi, yang terdiri dari Politeknik dan Akademi.

Perguruan tinggi vokasi peringkat 1-3 terurut sesuai skornya adalah:

  1. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
  2. Politeknik Negeri Bandung
  3. Politeknik Negeri Malang

Sahabat dapat melihat 50 Politeknik dan Akademi Terbaik hasil klasterisasi Perguruan Tinggi (PT) vokasi tahun 2019 berikut ini.

Klasterisasi Perguruan Tinggi Vokasi Tahun 2019


  1. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
  2. Politeknik Negeri Bandung
  3. Politeknik Negeri Malang
  4. Politeknik Negeri Semarang
  5. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
  6. Politeknik Negeri Ujung Pandang
  7. Politeknik Negeri Jakarta
  8. Politeknik Negeri Padang
  9. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  10. Politeknik Negeri Bali
  11. Politeknik Negeri Manado
  12. Politeknik Negeri Sriwijaya
  13. Politeknik Caltex
  14. Politeknik Negeri Medan
  15. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
  16. Politeknik Negeri Lampung
  17. Politeknik Indonusa Surakarta
  18. Politeknik Negeri Lhokseumawe
  19. Akademi Akuntansi YKPN
  20. Politeknik Negeri Madiun
  21. Politeknik Negeri Banjarmasin
  22. Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  23. Politeknik Negeri Bengkalis
  24. Politeknik Negeri Jember
  25. Politeknik Negeri Balikpapan
  26. Politeknik Negeri Batam
  27. Akademi Farmasi Yayasan Tenaga Pembangunan Arjuna Lagubati
  28. Politeknik Negeri Pontianak
  29. Politeknik Harapan Bersama
  30. Politeknik Manufaktur Astra
  31. Politeknik Manufaktur Ceper
  32. Akademi Keperawatan Pamenang
  33. Akademi Teknik YKPN
  34. Politeknik Negeri Ambon
  35. Akademi Kebidanan Ummi Khasanah
  36. Politeknik Negeri Samarinda
  37. Politeknik ATMI
  38. Akademi Kebidanan Yapma Makassar
  39. Politeknik Ubaya
  40. Akademi Peternakan Karanganyar
  41. Akademi Teknik Soroako
  42. Politeknik Manufaktur Bandung
  43. Politeknik TEDC
  44. Politeknik Katolik Mangunwijaya
  45. Politeknik Pratama Mulia
  46. Akademi Kesehatan Karya Husada Yogyakarta
  47. Akademi Kebidanan Pelamonia Kesdan VII Wirabuana
  48. AMIK Jakarta Teknologi Cipta
  49. Akademi Keperawatan Panti Kosala
  50. Politeknik Mekatronika Sanata Dharma

Semoga kita dapat belajar di Politeknik dan Akademi terbaik di Indonesia.
Read More

100 Terbaik Klasterisasi Perguruan Tinggi Non-Vokasi 2019 Oleh RISTEKDIKTI


Berikut ini adalah 100 besar hasil klasterisasi Perguruan Tinggi (PT) non-vokasi tahun 2019.

Klasterisasi dilakukan untuk memetakan Perguruan Tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (RISTEKDIKTI)

Selain itu, klasterisasi dapat dijadikan dasar bagi RISTEKDIKTI untuk melakukan pembinaan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu serta kualitas perguruan tinggi di Indonesia, penyusunan kebijakan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, serta memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai performa perguruan tinggi di Indonesia.

100 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

  1. Institut Teknologi Bandung (ITB)
  2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
  3. Institut Pertanian Bogor (IPB)
  4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  5. Universitas Indonesia (UI)
  6. Universitas Diponegoro
  7. Universitas Airlangga
  8. Universitas Hasanuddin
  9. Universitas Brawijaya
  10. Universitas Padjadjaran
  11. Universitas Andalas
  12. Universitas Sebelas Maret
  13. Universitas Sumatra Utara
  14. Universitas Telkom
  15. Universitas Pendidikan Indonesia
  16. Universitas Negeri Yogyakarta
  17. Universitas Islam Indonesia
  18. Universitas Negeri Semarang
  19. Universitas Negeri Malang
  20. Universitas Bina Nusantara
  21. Universitas Jember
  22. Universitas Negeri Surabaya
  23. Universitas Syiah Kuala
  24. Universitas Riau
  25. Universitas Negeri Padang
  26. Universitas Katolik Parahyangan
  27. Universitas San Ratulangi
  28. Universitas Udayana
  29. Universitas Negeri Makassar
  30. Universitas Atma Jaya Yogyakarta
  31. Universitas Surabaya
  32. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
  33. Universitas Jenderal Sudirman
  34. Universitas Tarumanagara
  35. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  36. Universitas Sriwijaya
  37. Universitas Ahmad Dahlan
  38. Universitas Muhammadiyah Malang
  39. Universitas Sanata Dharma
  40. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
  41. Universitas Pendidikan Ganesha
  42. Universitas Trisakti
  43. Universitas Kristen Petra
  44. Universitas Islam Bandung
  45. Universitas Pancasila
  46. Universitas Lampung
  47. Universitas Mataram
  48. Universitas Katolik Soegijapranata
  49. Universitas Mercu Buana
  50. Universitas Negeri Medan
  51. Universitas Dian Nuswantoro
  52. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
  53. Universitas Ma Chung
  54. Universitas Kristen Satya Wacana
  55. Universitas Gunadarma
  56. Institut Teknologi Nasional Malang
  57. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  58. Institut Seni Indonesia Yogyakarta
  59. Universitas Negeri Jakarta
  60. Universitas Djuanda
  61. Universitas Islam Sultan Agung 
  62. Universitas Tanjungpura
  63. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  64. Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
  65. Universitas Pasundan
  66. Universitas Jambi
  67. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas Surabaya
  68. Universitas Trunojoyo
  69. Universitas Al-azhar Indonesia
  70. Institut Teknologi Nasional Bandung
  71. Universitas Kristen Duta Wacana
  72. Universitas Ciputra Surabaya
  73. Universitas Multimedia Nusantara
  74. Universitas Swiss German
  75. Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara
  76. Universitas Widya Gama
  77. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  78. Universitas Presiden
  79. Universitas Komputer Indonesia
  80. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara
  81. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  82. Universitas Lambung Mangkurat
  83. Universitas Narotama
  84. Institut Seni Indonesia Denpasar
  85. Universitas Islam Malang
  86. Universitas Kristen Indonesia
  87. Universitas PGRI Adi Buana
  88. Universitas Mulawarna
  89. Universitas Budi Luhur
  90. Universitas Halu Oleo
  91. Universitas Merdeka Madiun
  92. Universitas Pakuan
  93. Universitas Dr Soetomo
  94. Universitas PGRI Semarang
  95. Universitas Widyatama
  96. Universitas Muhammadiyah Magelang
  97. Universitas Stikubank
  98. Universitas Nasional
  99. Universitas Ibnu Chaldun
  100. Universitas Negeri Gorontalo

Semoga bermanfaat dan dapat kuliah di Universitas Terbaik di indonesia.
Read More

Indikator Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia Tahun 2019 dari Ristekdikti

Indikator Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia Tahun 2019 dari Ristekdikti
gambar: @ristekdikti

Penilaian performa perguruan tinggi pada tahun 2019 menitik beratkan pada OUPUT-OUTCOME Base, yaitu dengan melihat:
  • Kinerja Masukan dengan bobot 40 % yang meliputi kinerja INPUT (15%) dan PROSES (25%)
  • Kinerja Luaran dengan bobot 60% yang meliputi Kinerja OUTPUT (25%), dan OUTCOME (35%).
.
Dengan perubahan penilaian kinerja perguruan tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, diharapkan perguruan tinggi didorong untuk lebih menekankan produk atau luaran pendidikan tinggi yang berkualitas yaitu dengan pemberian bobot luaran yang lebih besar dari bobot masukan.

Di bawah ini adalah kriteria dan indikator untuk klasterisasi Perguruan Tinggi di Indonesia pada tahun 2019.

A. INPUT 15%, dengan indikator:
  1. Dosen berpendidikan S3
  2. Dosen dalam jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar
  3. Rasio jumlah mahasiswa terhadap dosen
  4. Jumlah mahasiswa asing
  5. Jumlah dosen asing

B. PROSES 25%, dengan indikator:
  1. Akreditasi Institusi BAN-PT
  2. Akreditasi program studi BAN-PT
  3. Pembelajaran Daring
  4. Kerjasama Perguruan Tinggi
  5. Kelengkapan Laporan PDDIKTI
  6. Laporan Keuangan

C. OUTPUT 25%, dengan indikator:
  1. Jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen
  2. Kinerja penelitian
  3. Kinerja kemahasiswaan
  4. Jumlah program studi terakreditasi internasional

D. OUTCOME 35%, dengan indikator:
  1. Kinerja inovasi
  2. Lulusan yang memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 (enam) bulan
  3. Jumlah sitasi per dosen
  4. Jumlah paten per dosen
  5. Kinerja pengabdian kepada masyarakat

Itulah indikaor klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia oleh Ristekdikti, semoga bermanfaat dan dapat membantu.
Read More

Jumat, 21 Juni 2019

Pengertian Ilmu Gizi, Gangguan Gizi, Serta Proses Pencernaan Makanan


Pengertian Ilmu Gizi


Ilmu gizi adalah Ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal.

Untuk lebih memahami tentang ilmu gizi kita juga perlu mengetahui definisi dari "makanan" yaitu makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur / ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan dalam tubuh. Dari penjelasan di atas jelas bahwa obat bukan termasuk makanan, dan semua suplemen yang mengandung gizi dapat dikategorikan sebagai makanan.

Pengertian gizi secara klasik hanya berkaitan dengan kesehatan tubuh saja. Artinya, gizi adalah aspek yang berhubungan dengan fungsi dasar zat gizi tersebut yaitu menghasilkan energi, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan, dan mengatur proses metabolisme dalam tubuh.

Saat ini definisi gizi tidak hanya sebatas fungsi dasar zat gizi dan kesehatan saja tetapi zat gizi sudah dihubungkan dengan kemampuan kerja, produktivitas, IQ, dan status ekonomi. Tujuan ilmu gizi sendiri adalah mencapai, memperbaiki, serta mempertahankan kesehatan tubuh melalui konsumsi
makanan.

Penyebab Gangguan Gizi


Bagaimana gangguan gizi dapat muncul? Ditinjau dari penyebabnya, gangguan gizi disebabkan oleh faktor primer dan faktor sekunder.

Faktor primer adalah semua masalah gizi yang disebabkan susunan makanan salah, baik dalam hal kuantitas maupun kualitasnya. Faktor primer terdiri dari: kurangnya penyediaan pangan, kurang baiknya distribusi pangan, kemiskinan, ketidaktahuan, dan kebiasaan makan salah. Jadi faktor primer merupakan faktor  yang menyebabkan tidak tersedianya makanan yang akan dimakan mulai dari hulu sampai hilir.

Faktor sekunder adalah semua faktor yang menyebabkan zat-zat gizi tidak sampai di sel-sel tubuh setelah makanan dikonsumsi. Faktor sekunder meliputi beberapa aspek sebagai berikut:

  • Anatomi, contohnya pasien yang kelainan kongenital rongga mulut, tumor daerah esofagus, dan kelumpuhan otot pengunyah pada stroke.
  • Absorbsi, misalnya pasien malabsorbsi, pasien yang mengalami infeksi usus halus (Thypus Abdominalis), dan pasien post operasi pencernaan.
  • Metabolisme/utilisasi, misalnya pada pasien Diabetes Melitus yang kekurangan insulin.
  • Ekskresi, misalnya pasien yang tidak mampu mengeluarkan sisa hasil metabolisme makanan.
  • Obat-obatan misalnya pasien yang mengkonsumsi obat yang berinteraksi dengan makanan sehingga zat gizi tertentu tidak bisa diserap.


Proses Pencernaan Makanan


Proses pencernaan makanan dilakukan oleh organ pencernaan, proses ini meliputi pencernaan secara mekanik yang dilakukan oleh otot pengunyah, gigi, lidah, gerakan peristaltik saluran cerna yang memecah makanan yang kita makan menjadi partikel yang lebih kecil.

Selain itu proses pencernaan makanan juga dibantu dengan pencernaan kimiawi yang dilakukan oleh enzim-enzim pencernaan yang memecah karbohidrat dalam makanan menjadi bentuk karbohidrat yang paling sederhana yaitu monosakarida, memecah protein menjadi asam amino dan memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Setelah makanan dicerna menjadi bentuk yang paling sederhana, maka partikel zat gizi yang terbentuk mengalami penyerapan atau absorbsi.

Absorbsi zat gizi dimulai di lambung sampai usus, absorbsi zat gizi pada proses pencernaan melalui cara sebagai berikut:

  1. Pasif yaitu zat gizi berpindah dari saluran cerna ke pembuluh darah karena adanya perbedaan tekanan atau konsentrasi.
  2. Aktif yaitu zat gizi diserap dengan menggunakan energi.
  3. Fasilitatif misalnya menggunakan protein.
  4. Fagositosis/pinositosis yaitu membran sel epitel menfagosite partikel zat gizi.

Kemudian zat gizi yang telah diabsorbsi didistribusikan ke sel-sel diseluruh tubuh dan
dimanfaatkan oleh tubuh.

Nah bagaimanakah bisa timbul masalah kurang gizi?. Proses
sampai timbulnya gejala klinis yang dirasakan oleh pasien merupakan proses yang panjang,
untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar dibawah ini :


Jadi, masalah gizi disebabkan oleh faktor primer dan faktor sekunder yang ada, baik secara tunggal atau pun keduanya menyebabkan deplesi jaringan.

Adanya deplesi zat gizi yang terus menerus dapat diketahui melalui indikator terjadinya perubahan biokimia . Cara mengetahui perubahan biokimia ini misalnya dengan pemeriksaan laboratorium (Hb, serum albumin,
serum ferritin).

Bila keadaan deplesi zat gizi terus berlanjut akan menyebabkan perubahan fungsional, dan terakhir akan terjadi perubahan anatomis.

Akibat kekurangan gizi bagi tubuh antara lain:

  • Tidak tersedianya sumber energi untuk produksi tenaga.
  • Terganggunya atau terhambatnya pertumbuhan pada anak dan remaja.
  • Menurunnya sistem pertahanan tubuh karena bahan baku sistem pertahanan adalah zat gizi yaitu protein dan air.
  • erganggunya struktur dan fungsi otak, serta.
  • Perubahan perilaku menjadi anti sosial.

Keadaan kurang gizi ini pada anak-anak disebut dengan penyakit Kurang Kalori Protein (KKP) atau Marasmus dan Kwashiorkor.

Itu adalah akibat yang terjadi kalau kurang gizi, bagaimana kalau kita kelebihan zat gizi?

Ternyata kelebihan gizi juga memiliki berdampak negatif yaitu obesitas yang meningkatkan risiko timbulnya penyakit degeneratif seperti diabetes, darah tinggi, penyakit jantung koroner, penyakit hati dan kantung empedu.

Selain penyakit akibat gizi kurang dan gizi lebih, penyakit yang berkaitan dengan gizi adalah penyakit metabolik bawaan, dan penyakit keracunan makanan.

Setelah memahami konsep dasar dalam ilmu gizi, sekarang kita akan membahas tentang
kebutuhan zat gizi.

Kebutuhan zat gizi manusia terdiri dari:

  1. Kebutuhan minimal zat gizi harian atau minimal daily requirement (MDR) yang terdiri dari MDR pada saat sehat disebut sebagai MDR preventif, yaitu kebutuhan zat gizi minimal yang dibutuhkan tubuh agar tidak jatuh sakit, dan MDR pada saat sakit yang disebut sebagai MDR terapeutik yaitu jumlah zat gizi minimal yang dibutuhkan tubuh untuk sembuh.
  2. Angka kecukupan gizi yang dianjurkan (AKG) merupakan tingkat konsumsi zat-zat gizi esensial yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi hampir semua orang sehat.

Untuk menentukan AKG perlu diperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh pada AKG yaitu: tingkat kesehatan gizi masyarakat yang akan dicapai, tingkat ekonomi masyarakat, umur kelompok, jenis kelamin, aktivitas fisik , dan kondisi fisik khusus (misalnya hamil/menyusui).

Kebutuhan zat gizi pada AKG merupakan angka kebutuhan zat gizi rata-rata pada kelompok umur menurut jenis kelamin secara umum. Secara spesifik kebutuhan zat gizi setiap individu sangatlah bervariasi.

Sebagai pedoman bagi masyarakat dalam mencapai gizi seimbang telah ditetapkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) yang merupakan pedoman dasar tentang gizi seimbang yang disusun sebagai penuntun perilaku konsumsi makanan di masyarakat secara baik dan benar.
Read More

Minggu, 16 Juni 2019

Ergonomi dan Aplikasinya di Tempat Kerja

Pengertian ergonomi adalah

Pengertian Ergonomi


Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari penserasian antara pekerjaan dengan lingkungan terhadap orang dan sebaliknya.

Pengertian ergonomi menurut ILO

Ergonomi adalah penerapan ilmu biologi manusia sejalan dengan ilmu rekayasa untuk mencapai penyesuaian bersama antara pekerjaan dan manusia secara optimum, dengan tujuan agar bermanfaat demi efisiensi dan kesejahteraan.

Tujuan ergonomi untuk mencapai efisiensi dan kesejahteraan yang berkaitan erat  dengan produktivitas dan kepuasan kerja.                                       

Sasaran ergonomi adalah seluruh tenaga kerja baik sektor formal, informal dan tradisional.

Pendekatan ergonomi mengacu pada konsep total manusia, mesin dan lingkungan yang bertujuan agar pekerjaan dalam industri dapat berjalan secara efisien, selamat dan nyaman.

Dengan penerapan ergonomi dapat menciptakan kondisi optimal bagi pekerja, hal yang dilakukan antara lain:
  • Mengurangi beban kerja.
  • Memperbaiki sikap kerja.
  • Menyediakan saran psikosensoral pada pemakaian instrumen.
  • Mencegah mengingat informasi yang tidak diperlukan.
  • Penempatan pekerja pada pekerjaan yang sesuai.

Kelalaian Ergonomi Pada Berbagai Pekerjaan


Sering pekerja menghadapi desain kondisi pekerjaan yang tidak ergonomis. Hal ini menyebabkan beberapa kelainan pada tangan, tungkai, sendi, punggung atau bagian tubuh lainnya, terutama disebabkan oleh:
  • Pengulangan pekerjaan yang menggunakan peralatan bergetar.
  • Peralatan atau tenaga yang membutuhkan memutar tangan.
  • Menggunakan tenaga pada posisi yang tidak tepat.
  • Penekanan lebih pada bagian tangan, punggung, kaki atau sendi.
  • Bekerja di luar jangkauan tangan atau di atas kepala.
  • Bekerja dengan kecenderungan memakai punggung.
  • Mengangkat dan mendorong beban kerja.

Penyakit akibat kelalaian ergonomi


Melakukan pekerjaan yang tidak memakai prinsip ergonomis dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, diantaranya sebagai berikut.

Bursitis
⇒ Pembengkakan bursa antara kulit dan tulang atau tendon dan tulang. Bisa di lutut, siku, dan bahu. Gejalanya nyeri dan bengkak pada tempat yang sakit.
⇒ Penyebabnya karena berlutut, tekukan pada siku, gerakan bahu yang berulang.

Carpal tunnel syndrome
⇒ Penekanan syaraf yang melewati pergelangan tangan. Gejalanya rasa tertusuk, nyeri, kaku.
⇒ Penyebabnya pengulangan pekerjaan pergelangan tangan dengan menggunakan peralatan yang bergetar.

Celulitis
⇒ Infeksi telapak tangan dan jaringan lunak di bawah kulit, gejala nyeri dan bengkak di telapak tangan.
⇒ Penyebabnya menggunakan peralatan tangan, palu.

Epicondilitis
⇒ Bengkak di daerah dimana tendon dan tulang bersatu, bila di siku (tennis elbow). Gejala berupa nyeri dan bengkak di pinggiran luka
⇒ Penyebabnya adalah pengulangan pekerjaan

Ganglion 
⇒ Kista di selaput sendi atau tendon, biasanya di punggung, tangan dan tungkai. Gejala berupa keras, kecil, bengkak sekelilingnya, biasanya nyeri.
⇒ Penyebab adalah pengulangan gerakan tangan.

Osteo Arthitis
⇒ Kerusakan sendi akibat parut di sendi dan tumbuh tulang. Gejala kaku dan nyeri tulang belakang, leher dan sendi lain.
⇒ Penyebab akibat beban lebih dalam jangka lama dari tualang belakang dan sendi lain.

Tendonitis
⇒ Bengkak di area otot dan sendi bersatu. Gejala nyeri, bengkak, ngilu dan bengkak dari tangan, kaki, lengan, susah digerakkan.
⇒ Penyebab gerakan pengulangan.

Tenosynovitis
⇒ Bengkak tendon atau selaputnya. Gejala nyeri, bengkak, ngilu, susah digerakkan.
⇒ Penyebab pengulangan gerakan, mengangkat beban yang tiba-tiba meningkat atau pengenalan proses baru.

Tenson Neck
⇒ Bengkak di otot dan tendon di leher bahu. Nyeri terlokalisir di leher atau bahu.
⇒ Harus mempertahankan posisi tegak.

Triger Finger
⇒ Bengkak di tendon atau selaput dari jari. Tidak bisa menggerakkan jari secara pelan tanpa rasa nyeri.
⇒ Penyebab pengulangan gerakan, pegangan terlalu lama, terlalu keras, terlalu sering.

Algias
⇒ Penyakit pada juru ketik, sekretaris, pekerja yang posturnya membungkuk ke depan, vertebral syndrome pada pembawa barang, pengantar barang dan penerjun payung.

Osteo Articular Deviations
⇒ Scoliosis pada pemain violin dan operator kerja bangku, bungkuk  (kifosis) pada buruh pelabuhan dan pemikul keranjang, datarnya telapak kaki pada penunggu, pembuat roti dan pemangkas rambut.

Iritasi pada cabang saraf tepi
⇒ Saraf ulnar bagi para pengemudi kendaraan, tukang kunci, tukang pandai besi, reparasi arloji, penjilidan buku, pemotong kaca dan pengendara sepeda.

Hernia Nucleus Pulposus (HNP)
⇒ Mengangkat tidak ergonomis

Low Back Pain
⇒ Cara kerja tidak ergonomis

Repetition Strain Injury (RSI)
⇒ Semua rasa nyeri akibat pekerjaan

Faktor resiko ergonomi yang tidak baik


Faktor resiko repitition:
  • Pengetikan yang berulang-ulang
  • Data entry yang berjam-jam, dan hari ke hari. 
  • Pen-stempelan yang banyak.
  • Angkat angkut yang sering.
  • Pergerakan penggunaan mouse yang berulang-ulang.

Faktor resiko posisi janggal:
  • Membungkuk
  • Mengetik dengan postur pergelangan tangan pada sisi/sendi alas yang tidak baik
  • Bahu terangkat ketika mengetik
  • Pencapaian / posisi mouse yang jauh
  • Perputaran leher karena sering mengambil benda lain
  • Mengangkat benda yang terlalu rendah, atau diatas bahu

Prinsip Dasar Ergonomi


Penerapan prinsip ergonomi dapat meningkatkan kenyamanan pekerja secara signifikan, kesehatan, keselamatan dan produktivitas.

Contoh:
  • Pada posisi berdiri, pekerjaan yang teliti dataran kerja 10-20 cm di atas tinggi siku dan pekerjaan berat dataran kerja 10-20 cm di bawah tinggi siku.
  • Untuk pekerjaan rakitan, material ditempatkan di posisi otot pekerja terkuat berkontraksi.
  • Peralatan yang menggunakan tangan yang tidak enak harus dimodifikasi/diganti.
  • Tenaga tidak perlu dikeluarkan pada posisi canggung.
  • Pekerja perlu mendapat pendidikan teknik mengangkat yang benar.
  • Bekerja sambil berdiri hendaknya dihindari.
  • Rotasi pekerjaan untuk menghindari pengulangan yang tinggi. 
  • Alat-alat ditempatkan didaerah jangkauan tangan.

Identifikasi Masalah Faktor Risiko Ergonomi


Tempat kerja
⇒ Masalah: Nyeri punggung, cedera karena peregangan otot berulang, peredaran darah di kaki
⇒ Sebab: Desain tempat duduk yang salah , berdiri sepanjang hari, jangkauan yang terlalu jauh, cahaya yang tidak memadai.

Desain tempat duduk
⇒ Pekerja harus dapat menjangkau pekerjaan, posisi duduk di depan pekerjaan, punggung tegak dan bahu rileks, perlu pemahaman pada siku, lengan atau tangan.

Tempat Kerja Berdiri
⇒ Masalah: Nyeri pinggang, kaki bengkak, permasalahan peredaran darah, kelelahan otot kaki.
⇒ Action: Penyediaan kursi, alas kaki yang sesuai, pekerja dapat mempertahankan lengan dan siku dekat dengan badan.

Peralatan yang menggunakan tangan
⇒ Desain tombol, pengungkit, stir dll.

Pekerjaan yang memerlukan tenaga fisik berat
⇒ Masalah: Peningkatan frekuensi pernapasan dan denyut jantung, cepat lelah.
⇒ Action: Pekerjaan berat disesuaikan dengan kapasitas kerja pekerjaan, variasi kerja berat dan ringan dalam satu hari, pengaturan waktu istirahat yang tepat, pengaturan beban angkat, frekuensi, jarak dan waktu.

Desain tempat kerja
⇒ Jenis pekerjaan yang perlu dikerjakan, bagaimana pekerjaan harus dikerjakan, berapa macam pekerjaan yang akan dikerjakan, perintah dalam pekerjaan yang perlu, jenis peralatan yang diperlukan.
⇒ Fungsi desain:
  • Mengizinkan pekerja dalam posisi bervariasi
  • Mengizinkan pekerja diberikan rangsangan mental
  • Mengizinkan pekerja mengambil keputusan dalam pekerjaannya 
  • Kesempatan menyelesaikan pekerjaan
  • Tersedianya pelatihan tentang pekerjaan 
  • Tersedianya jadwal kerja dan istirahat
  • Kesempatan menyesuaikan dengan pekerjaan baru

Norma Ergonomi


Norma ergonomi yang disepekati meliputi
  1. Pembebanan kerja fisik
  2. Sikap tubuh dalam bekerja
  3. Mengangkat dan mengangkut
  4. Olah raga dan kesegaran jasmani
  5. Musik dan dekorasi
  6. Lingkungan kerja

Pembebanan kerja fisik


1. Bagi tenaga kerja
⇒Penentuan beban kerja fisik perlu memperhatikan kondisi iklim tropis dan sosial ekonomi

2. Kriteria pembebanan
⇒ Tidak lebih dari 30-40 % kemampuan kerja maksimum dalam waktu  8 jam/hari

3. Rekomendasi kuantitatif
⇒ Beban angkat maksimum 40 kg

Sikap tubuh dalam bekerja

  • Agar diupayakan kerja dengan sikap duduk atau duduk dan berdiri secara bergantian
  • Beban statis seminimal mungkin
  • Posisi dan sikap tubuh menghindari upaya yang tidak perlu
  • Tempat duduk dan meja Ergonomis

Mengangkat dan mengangkut

  • Beban diusahakan menekan pada otot tungkai yang kuat dan sebanyak mungkin otot tulang belakang yang lemah dibebaskan dari pembebanan.
  • Momentum gerak badan dimanfaatkan untuk mengawali gerakan

Olah Raga Dan Kesegaran Jasmani

  • Pembinaan kesegaran jasmani khusus maupun kegiatan olah raga
  • Tes kesegaran jasmani pada seleksi karyawan
  • Penyediaan fasilitas olah raga

Musik dan dekorasi

  • Penggunaan musik yang tepat jenis, saat, lama, intensitas dan sifat pekerjaan meningkatkan kegairahan dan produktivitas. (Pekerjaan repetitif, tidak perlu konsentrasi tinggi, musik tempo sedang)
  • Dekorasi dan tata warna memberikan kesan jarak psikis dan suhu

Peran Health and Safety Representative (P2K3/PK3RS (Panitia Pembina K3 Rumah Sakit)


P2K3 menjamin bahwa ergonomi diterapkan di tempat kerja. Untuk itu sangat penting untuk mengetahui permasalahan ergonomi yang terjadi di tempat kerja.

Cara mengenal permasalahan ergonomi

  • Morbiditas keluhan yang terkait dengan pekerjaan
  • Peristiwa kecelakaan kerja
  • Terhentinya pekerjaan karena gangguan mesin atau pekerja
  • Pindahnya pekerja ke perusahaan lain ( Turn Over )
  • Absensi sakit pekerja
  • Kesulitan pemeliharaan masin atau alat

Strategi penerapan ergonomi di tempat kerja


1. Menjangkau pekerja
  • Sebarkan leaflet atau brosur ergonomi
  • Cari masalah ergonomi yang perlu perhatian
  • Tulis nama dan tempat kerja yang tidak menerapkan ergonomi

2. Mengumpulkan informasi untuk mengidentifikasi masalah

3. Mempelajari daerah yang diduga terdapat problem
  • Lakukan Walk Trough inspection dan catat hal penting
  • Kemungkinan pemecahan masalah

4. Mengumpulkan rekomendasi dari :
  • Pekerja yang tepapar
  • Pekerja maitenance
  • Departemen K3
  • Health and Safety Specialis

5. Mendorong perubahan penting
⇒ Berdasarkan dokumen diajukan ke manajemen

6. Informasikan ke Pekerja
⇒ Komunikasi dua arah
Read More

Selasa, 11 Juni 2019

Kadang Kita Hidup Kebanyakan Omong Kosong


Inilah yang aku lihat, yang aku saksikan dan yang aku alami.

Suatu pagi aku berada pada situasi ngobrol-ngobrol santai dengan beberapa orang. Kami ngobrol tentang berbagi hal, namun kebanyakan hanya "Omong Kosong". Kami membicarakan hal yang penting, dan saya rasa semua yang ngobrol mengutarakan pendapat yang masuk akal, logis, dan sesuai dengan kenyataan.

Salah satu hal yang kami bicarakan adalah tentang berbagai peluang usaha. Semua orang yang ada pada waktu itu mulai mengeluarkan pemikirannya tentang berbagai peluang usaha, seperti menanami halaman kosong disekitar rumah dengan sayuran kemudian dijual. Ada yang menyampaikan tentang peternakan ayam, ikan dan masih banyak lagi..

Semua yang kami bicarakan sangat mungkin untuk dilakukan, misalnya memelihara ikan lele. Air melimpah ruah, lokasi banyak tersedia, yah intinya jika ingin budidaya lele sangat potensial. Kedengarannya yang dibicarakan sangat penting sekali ya.. Namun itu semua hanya "Omong Kosong".

Mengapa Omong Kosong?


Omong kosong karena semua yang dibicarakan tadi tidak pernah menjadi apa-apa, ia tidak diaplikasikan dalam kehidupan, ia tidak dilakukan, sehingga itu hanya "Omongan Kosong".

Kebanyakan dari kita hanya "Omong Kosong", kebanyakan bicara tapi gak ada aksinya, gak ada implementasinya.

Kebanyakan orang "Omong Kosong" untuk menunjukkan inilah AKU, kebanyakan orang hanya membicarakan hal-hal yang meninggikannya.

Semua orang memang kebanyakan "Omong Kosong" termasuk aku. Orang yang gak banyak "Omong Kosong" adalah orang yang sukses. Walaupun ia banyak ngomong tetapi apa yang ia omongkan sudah dilakukannya.

Dari pada banyak omong lebih baik banyakin aja aksi, Banyak omong sebenarnya gak apa-apa kok! Asalkan banyak aksinya.

Mari untuk lebih banyak aksi nyata, dan bukan hanya sekedar "Omongan Kosong".
Read More

Casio G-Shock DW-5900BB-1, Jam Tangan Idamanku

Sebenarnya aku adalah orang yang suka dengan jam tangan, namun saya hanya memiliki 1 jam tangan saja dengan merk Alexandre Christie.

Mengapa aku hanya punya satu jam tangan saja, padahal kan aku suka jam tangan. Masalah utama adalah dana, yupss saya memiliki dana terbatas untuk membeli jam-jam lainnya.

Mengapa saya suka jam Casio G-Shock


Daripada membeli jam KW atau palsu lebih baik saya mengumpulkan dulu uangnya sampai mampu untuk membeli jam tangan yang asli. Memakai jam tangan bukan hanya memperhatikan tampilan, tetapi kualitas dan fitur-fiturnya juga sangat penting. Oleh karena itu saya tidak suka jam KW karena hanya mementingkan tampilan saja, sedangkan kualitas dan fitur unggulannya gak ada.

Karena kualitas dan fitur sangat penting bagi saya, saya sangat menginginkan jam seri Casio G-Shock. Selain tampilan yang keren Casio G-Shock mempunyai banyak kelebihan lainnya, salah satunya adalah tahan banting.

Banyak sekali seri Casio G-Shock, dan salah satu yang menjadi idaman saya adalah Casio G-Shock DW-5900BB-1. Mengapa dari banyaknya seri G-Shock ini, berikut ini alasannya:
  • Dimensinya sesuai dengan apa yang saya inginkan, tidak terlalu besar.
  • Tampilannya sederhana, namun futuristik.
  • Harga cukup terjangkau dibandingkan seri-seri lainnya.

Casio G-Shock DW-5900BB-1


gambar: www.casio-intl.com

Untuk lebih mengenal Casio G-Shock DW-5900BB-1, ini dia spesifikasinya.

Spesifikasi Casio G-Shock DW-5900BB-1


  • Bahan casing / bezel: Resin
  • Tali Jam Tangan Resin
  • Tahan Goncangan
  • Kaca Mineral
  • Ketahanan air 200 meter
  • Cahaya latar berkilau elektro, Durasi iluminasi yang dapat dipilih (1,5 detik atau 3 detik), berpijar
  • Waktu dunia, 29 zona waktu (48 kota), waktu musim panas aktif/nonaktif
  • Stopwatch 1/100 detik, Kapasitas pengukuran: 59'59.99'', Mode pengukuran: Waktu berlalu, waktu split, waktu posisi pertama-kedua
  • Pengatur waktu mundur, Unit pengukuran: 1 detik, Jarak waktu mundur: 24 jam, Jarak pengaturan waktu mulai waktu mundur: 1 menit hingga 24 jam (kenaikan 1 menit dan kenaikan 1 jam)
  • 5 alarm harian (dengan 1 alarm snooze)
  • Sinyal waktu hitungan jam
  • Kalender otomatis sepenuhnya (hingga tahun 2099)
  • Format 12/24 jam
  • Suara tombol operasi aktif/nonaktif
  • Ketepatan waktu reguler: Jam, menit, detik, pm, tanggal, hari
  • Akurasi: ±15 detik per bulan
  • Perkiraan masa pakai baterai: 5 tahun pada CR2025

Di pasaran jam Casio G-Shock ini dijual pada kisaran 1 jutaan. Bagaimana? Cukup menarik bukan!

Moga saja saya bisa memiliki jam Casio G-Shock DW-5900BB-1 di kemudian hari
Read More