Malaria Penyakit Menular yang Berbahaya, Ketahui Tanda dan Gejala - Yudi Hartono
Latest Update
Fetching data...

Kamis, 18 April 2019

Malaria Penyakit Menular yang Berbahaya, Ketahui Tanda dan Gejala

yudihartono.com Kita semua sudah tidak asing lagi dengan penyakit malaria, walaupun begitu masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu penyakit malaria. Melalui blog ini saya akan memberikan informasi tentang malaria.

Bebas Malaria Prestasi Bangsa


Dalam rangka memperingati hari Malaria yang diperingati setiap 25 April, Kementrian Kesehatan mengadakan temu blogger kesehatan di Novotel Lampung pada tanggal 15 April 2019 dengan tema "Bebas Malaria Prestasi Bangsa". Acara tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan komitmen pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait serta peran aktif seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan Indonesia bebas malaria.

Sejalan dengan tujuan acara tersebut, saya sebagai perawat yang juga menulis artikel tentang kesehatan di blog, saya mempunyai kewajiban untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit malaria. Hal ini merupakan bentuk peran aktif saya sebagai anggota masyarakat untuk mewujudkan Indonesia bebas malaria.

Informasi mengenai penyakit malaria, mulai dari definisi, gejala, serta pencegahannya dapat Anda baca di bawah ini.

Gambar: pixabay.com

Apa Itu Malaria?


Malaria adalah penyakit menular yang berbahaya, ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles. Malaria dapat menyerang semua golongan umur mulai dari bayi, anak-anak hingga orang dewasa. Malaria menjadi sangat berbahaya pada ibu hamil, karena akan menyebabkan anemia, keguguran, bayi lahir mati, Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR), dan kematian ibu.

Angka kejadian malaria di dunia masih tinggi, setiap tahun terdapat 300-500 juta kasus malaria di dunia. Berdasarkan data WHO pada tahun 2006 terdapat 250 juta kasus malaria dan menyebabkan 1 juta kematian, terutama anak balita.

Penyebab dan Gejala Malaria


Malaria dapat menular dari orang ke orang oleh nyamuk Anopheles yang membawa parasit malaria atau Plasmodium.

Orang yang menderita malaria akan mengalami gejala malaria berupa demam, menggigil dan berkeringat (trias malaria), bisa juga disertai diare, mual, muntah, sakit kepala, nyeri otot atau pegal-pegal (malaria tanpa komplikasi).

Jika tidak ditangani dengan tepat gejala yang ditimbulkan bisa lebih parah seperti gangguan kesadaran, kejang, panas yang sangat tinggi, mata dan kulit kuning, perdarahan di hidung, gusi, dan saluran pencernaan, nafas cepat dan/atau sesak, warna air seni seperti teh tua sampai kehitaman, telapak tangan sangat pucat (malaria komplikasi).

Pada anak-anak malaria cepat menjadi gawat hingga koma dan meninggal. Anak balita sangat rentan tertular malaria karena daya tahan yang kurang.

Orang yang menderita malaria dapat menulari 25 orang sehat di sekitarnya dalam jangka waktu kurang lebih 3 bulan. Untuk itu pencegahan dan pengobatan dini menjadi sangat penting dapat menolong banyak jiwa.

Peran masyarakat sangat diperlukan dalam penanganan penyakit malaria, masyarakat dapat melakukan pencegahan malaria dengan menggunakan kelambu berinsektisida, penyemprotan rumah penduduk pada daerah endemis serta pengendalian vektor lainnya, seperti menjaga kebersihan rumah dan lingkungan serta membunuh jentik-jentik dengan menebarkan ikan pemakan jentik dan pemberian larvasida.

Yang Harus Diketahui tentang Malaria


Ada beberapa hal penting yang harus diketahui oleh keluarga dan masyarakat tentang “Malaria” sehingga kasus malaria dapat ditekan kejadiannya.

#1 Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles


Nyamuk yang menularkan parasit malaria adalah nyamuk anopheles. Bila nyamuk anopheles menggigit penderita malaria lalu menggigit orang sehat, maka parasit malaria ditularkan ke badan orang sehat tersebut sehingga akan menderita malaria.


Ciri khas nyamuk anopheles

Jika diperhatikan lebih lanjut ada beberapa ciri pada nyamuk anopheles seperti jika menggigit badannya menungging dan setelah menggigit nyamuk beristirahat pada dinding rumah yang gelap dan lembab, di bawah meja, di kolong tempat tidur dan di belakang lemari.

Ciri lainnya adalah nyamuk anopheles hanya menggigit pada malam hari, di dalam maupun luar rumah.

Tidur memakai kelambu insektisida sangat dianjurankan untuk menghindarkan gigitan serta membunuh nyamuk anopheles.

2 macam kelambu insektisida

  • Kelambu yang sudah dilapisi insektisida oleh pabrik.
  • Kelambu yang dicelup sendiri oleh masyarakat dengan racun serangga/insektisida (kelambu celup) setiap enam bulan sekali.

Kelambu insektisida aman bagi manusia dan telah digunakan oleh banyak negara di dunia. Jumlah insektisida yang digunakan dalam kelambu sangat kecil pengaruhnya bagi manusia, termasuk bayi baru lahir.

Bayi dan balita harus tidur memakai kelambu berinsektisida. Jika tidak ada kelambu berinsektisida, keluarga dapat menggunakan kelambu biasa dengan ukuran yang besar sehingga semua anak yang masih kecil dapat tidur di dalam kelambu tersebut. Bayi yang masih menyusu harus tidur bersama ibunya dalam satu kelambu.

Kelambu khusus harus terus digunakan, juga pada saat tidak banyak nyamuk.  Jika tidak dapat memakai kelambu, ada beberapa cara lain yang dapat membantu untuk menghindari gigitan nyamuk, seperti :

  1. Tutup pintu dan jendela dengan kawat atau kasa nilon untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah. 
  2. Hindari pergi di malam hari, jika pergi:
    • Gunakan pakaian pelindung yang menutupi lengan dan kaki. 
    • Gunakan krim kimia penangkal nyamuk pada kulit yang tidak tertutup pakaian.
    • Gunakan obat nyamuk bakar (khususnya saat berada di luar) yang mengeluarkan asap.
  3. Semprot ruangan dengan insektisida sebelum tidur setiap malam. Oleh karena semprotan insektisida tersebut hanya efektif untuk beberapa jam, metode ini harus digunakan dengan kombinasi tindakan pencegahan lainnya, misalnya pintu dan jendela yang dipasang kasa.

#2 Anak-anak di daerah endemis malaria berada dalam keadaan bahaya


Bila anak di daerah endemis malaria mengalami demam, kemudian anak tidak mau makan, muntah-muntah, lesu atau uring-uringan (rewel), anak tersebut harus segera dibawa ke sarana pelayanan kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan darah, baik secara RDT (Rapid Diagnostic Test) atau mikroskopis, dan diberi obat anti malaria sesuai petunjuk dari petugas kesehatan bila hasil pemeriksaan darahnya positif.

Terlambat menolong anak yang demam karena malaria, walau hanya sehari, dapat mengakibatkan kematian. Petugas kesehatan dapat memberi petunjuk mengenai obat yang paling tepat dan berapa lama harus dilanjutkan.

Anak yang terkena malaria harus terus minum obat sesuai petunjuk dokter meskipun sudah tidak demam lagi. Jika pengobatan tidak tuntas, malaria akan menjadi lebih parah dan sulit diobati. Jadi meminum obat malaria sesuai dengan dosis yang diberikan menjadi sangat penting sekali.

#3 Malaria sangat berbahaya bagi ibu hamil


Pada daerah endemis malaria, kebanyakan ibu hamil dengan parasit malaria dalam darahnya tidak menunjukkan gejala malaria. Meskipun ibu hamil tidak merasa sakit, infeksi malaria masih dapat mempengaruhi kesehatannya dan bayinya.

Ibu hamil lebih berisiko terinfeksi malaria karena kehamilan mereka mengurangi kekebalan terhadap malaria. Ibu hamil menghadapi peningkatan risiko malaria sebagai berikut:

  • Ibu hamil memiliki risiko terinfeksi dua kali lebih besar dibandingkan wanita tidak hamil.
  • Ibu yang hamil untuk pertama atau kedua kalinya memiliki risiko lebih besar menderita malaria berat.

Penyakit malaria dapat berakibat buruk pada lima keadaan; anemia (kurang darah), berat badan lahir rendah, keguguran, lahir sebelum waktunya dan bayi lahir mati.

Bayi yang lahir dari ibu yang terjangkit malaria pada saat kehamilan kemungkinan berat badan bayi lahir rendah dan lebih mudah terkena infeksi atau meninggal sebelum berumur setahun.

Ibu hamil tidak dianjurkan minum obat anti malaria untuk pencegahan, yang dianjurkan adalah menghindari gigitan nyamuk yaitu dengan menggunakan kelambu berinsektisida. Ibu hamil harus segera mulai menggunakan kelambu saat tidur begitu tahu mereka hamil.

Ibu hamil yang menderita malaria harus segera diobati untuk mencegah komplikasi malaria bahkan sampai kematian.

Malaria menyebabkan penderita kekurangan darah (anemia) karena parasit merusak sel darah merah dan pada malaria jenis tertentu, parasit menyerang sel darah merah yang masih muda (retikulosit). Selain itu juga karena adanya parasit menyebabkan sel darah merah yang tidak terinfeksi juga mudah rusak. Karena itu penderita malaria harus mendapatkan zat besi dan asam folat untuk mencegah anemia.

#4 Anak yang terserang malaria memerlukan banyak makan dan minum


Malaria menimbulkan demam sehingga membakar energi yang akan kehilangan lebih banyak cairan. Oleh karena itu anak harus diberikan minum dan makanan lebih sering untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi dan dehidrasi.

Masyarakat yang kekurangan gizi dan tinggal di daerah endemis malaria lebih rentan terhadap infeksi malaria.

Pada bayi pemberian ASI dapat mencegah dehidrasi dan membantu anak menghadapi dampak infeksi, termasuk malaria. Bayi yang menderita malaria harus diberi ASI sesering mungkin.

Infeksi malaria yang berulang dapat menghambat pertumbuhan anak dan perkembangan otaknya. Infeksi malaria yang berulang juga dapat menyebabkan anemia. Anak yang menderita malaria harus diperiksa apakah ia juga mengalami anemia.

#5 Jaga kebersihan lingkungan untuk menghentikan perkembangan nyamuk


Malaria adalah masalah kita bersama, sehingga diperlukan kerjasama antar warga juga pemerintah untuk mengatasinya. Keluarga dan masyarakat dapat mencegah malaria dengan menjaga kebersihan lingkungan untuk menghentikan perkembangan nyamuk.

Menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus dilakukan oleh semua anggota masyarakat. Kegiatan menjaga kebersihan lingkungan yang dapat dilakukan adalah:

  • Membersihkan rumput, semak-semak di tepi saluran dan sekitar rumah.
  • Melipat kain yang bergantungan di dalam rumah.
  • Usahakan di dalam rumah tidak ada tempat yang gelap dan lembab.
  • Mengalirkan genangan air atau mengeringkan air yang tergenang serta membunuh jentik nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik dan pemberian larvisida.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa malaria adalah penyakit yang berbahaya, jika mengalami gejala malaria harus segera periksakan diri ke pelayanan kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan sangat besar peranannya untuk mencegah penularan malaria.

Add your comment
EmoticonEmoticon