Cara Mengatur Gizi Seimbang Pada Lansia


Pedoman Gizi Pada Lansia

Usia lanjut membutuhkan penanganan gizi yang berbeda dengan orang bukan usia lanjut. Beberapa fungsi organ sudah menurun untuk itu harus disesuaikan dengan kondisi lansia tersebut. Pemenuhan gizi pada lansia harus memenuhi pedoman gizi berikut ini.

Banyak Makan Sayuran dan Cukup Buah-Buahan

Secara umum sayur dan buah merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam sayur dan buah berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh.

Berbeda dengan sayur, buah juga menyediakan karbohidrat terutama berupa fruktosa dan glukosa. Sayur tertentu juga menyediakan karbohidrat, seperti wortel dan kentang sayur.

Sementara buah tertentu juga menyediakan lemak tidak jenuh seperti buah alpukat dan buah merah. Oleh karena itu konsumsi sayuran dan buah-buahan salah satu bagian penting dalam mewujudkan gizi seimbang.

Berbagai kajian menunjukkan bahwa konsumsi sayur dan buah yang cukup turut berperan dalam menjaga kenormalan tekanan darah, kadar gula dan kolesterol darah. mengendalikan tekanan darah.

Konsumsi sayur dan buah yang cukup juga menurunkan risiko sulit buang air besar (BAB/Sembelit) dan kegemukan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup turut berperan dalam pencegahan penyakit tidak menular kronik.

Konsumsi sayur dan buah yang cukup merupakan salah satu indikator sederhana gizi seimbang.

Semakin matang buah yang mengandung karbohidrat semakin tinggi kandungan fruktosa dan glukosanya, yang dicirikan oleh rasa yang semakin manis.

Dalam budaya makan masyarakat Indonesia saat ini, semakin dikenal minuman jus bergula. Dalam segelas jus buah bergula mengandung 150-300 Kalori yang sekitar separohnya dari gula yang ditambahkan.

Selain itu beberapa jenis buah juga meningkatkan risiko kembung dan asam urat. Oleh karena itu konsumsi buah matang dan minuman jus bergula perlu dibatasi agar turut mengendalikan kadar gula
darah.

Biasakan Mengkonsumsi Sumber Kalsium Seperti Ikan dan Susu

Kepadatan tulang usia lanjut mulai berkurang sehingga berisiko mengalami pengeroposan tulang/osteoporosis. Selain itu sistem gigi geligi tidak sempurna dan rapuh sehingga untuk mencegah kondisi yang lebih parah dianjurkan untuk mengkonsumsi pangan sumber kalsium terutama dari ikan dan susu.

Untuk itu orang dengan usia lanjut harus diperhatikan konsumsi kalsiumnya, agar kebutuhannya terpenuhi dianjurkan untuk mengkonsumsi susu dan juga ikan.

Biasakan Mengkonsumsi Makanan Berserat

Serat pangan sangat diperlukan oleh usia lanjut agar tidak mengalami sembelit sehingga buang air besar menjadi lancar. Serat pangan akan menghambat penyerapan gula dan kolesterol sehingga membantu meningkatkan kesehatan usia lanjut.

Usia lanjut dianjurkan untuk mengkonsumsi sumber karbohidrat yang masih banyak mengandung serat (whole grains) dan mengonsumsi sayuran yang banyak mengandung serat pangan.

Batasi Mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Tinggi Natrium

Natrium merupakan elektrolit dalam tubuh yang mempunyai peran yang sangat penting, namun apabila jumlah natrium dalam tubuh meningkat akan mengakibatkan kondisi yang disebut hipernatriumia.

Pada kondisi tersebut akan terjadi ketidak seimbangan elektrolit di dalam dan di luar sel yang akan mengakibatkan oedema. Oleh karena itu kelompok usia lanjut harus berusaha mempertahankan kondisi natrium darah tetap normal dengan cara mengkonsumsi air sesuai dengan kebutuhan dan mengkonsumsi makanan yang rendah natrium. Kadar natrium yang tinggi akan memicu terjadinya hipertensi.

Minumlah Air Putih Sesuai Kebutuhan

Sistem hidrasi pada usia lanjut sudah menurun sehingga kurang sensitif terhadap kekurangan maupun kelebihan cairan. Akibat dehidrasi pada usia lanjut adalah demensia, mudah lupa, kandungan Natrium darah menjadi naik sehingga berisiko terjadi hipertensi.

Sebaliknya bila kelebihan cairan akan meningkatkan beban jantung dan ginjal.Oleh karena itu
kelompok usia lanjut perlu air minum yang cukup (1500-1600 ml/hari).

Tetap Melakukan Aktivitas Fisik

Sel-sel otot pada usia muda mempunyai kelenturan yang optimal dan mulai menurun pada usia lanjut. Kontraksi dan relaksasi otot menjadi berkurang akibatnya usia lanjut sering mengalami kekakuan otot.

Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik yang ringan seperti berjalan-jalan, bersepeda, berkebun dan melakukan olah raga ringan seperti yoga, senam usia lanjut yang berfungsi membantu kelenturan otot dan relaksasi otot.

Aktivitas fisik yang dilakukan usia lanjut akan menambah kesehatan jantung dan kebugaran tubuh.

Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Banyak mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar gula, garam, lemak bagi kelompok usia lanjut meningkatkan risiko terhadap timbulnya penyakit seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung, kanker dan penyakit kencing manis.

Usia lanjut berisiko mengalami gout (tinggi asam urat) oleh karena itu, konsumsi pangan dengan kandungan purin tinggi seperti jeroan dan emping melinjo agar dibatasi.

Sumber:
Kementerian Kesehatan RI
Yudi Hartono
Yudi Hartono Perawat hobi ngeblog dan ngopi Whatsapp: 082176370945